Skip to main content
x
Kadiskominfo Rejang Lebong Tegaskan Pentingnya Digitalisasi Pemasaran di FGD AKREL, 22/10/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Kadiskominfo Rejang Lebong Tegaskan Pentingnya Digitalisasi Pemasaran di FGD AKREL

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Rejang Lebong, Dra. Upik Zumratul Aini, M.Si, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kemitraan Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) Bidang Teknologi Pasca Panen Ternak Unggas, yang berlangsung di Kota Curup, Rabu (22/10/2025).

Dalam paparannya, Kadiskominfo menekankan pentingnya arah kebijakan pemasaran produk lokal unggulan secara digital. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi.

“Banyak produk berkualitas dari masyarakat Rejang Lebong yang belum dikenal luas akibat keterbatasan promosi dan akses pasar. Di era digital ini, pemasaran tidak lagi bergantung pada lokasi, melainkan pada kemampuan menampilkan produk secara menarik di dunia maya,” jelas Upik.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi pemasaran adalah langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas jangkauan pasar, dan membangun citra daerah. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan nasional, Pemkab Rejang Lebong telah menetapkan empat arah kebijakan daerah, yakni:

1. Digital Branding Rejang Lebong: Membangun identitas digital daerah agar produk lokal memiliki citra yang kuat di pasar nasional.
2. Integrasi Platform Pemasaran Daerah: Menciptakan portal digital yang menghubungkan pelaku UMKM, produk unggulan, dan potensi daerah.
3. Kolaborasi Lintas Sektor: Melibatkan OPD teknis, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha dalam satu ekosistem digital.
4. Smart Promotion Strategy: Menerapkan strategi promosi berbasis data dan teknologi melalui media sosial, situs web, dan publikasi digital.

Diskominfo Rejang Lebong, lanjut Upik, kini berperan sebagai fasilitator utama dalam digitalisasi daerah. Fokusnya mencakup penyediaan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital masyarakat, serta pendampingan UMKM dalam transformasi pemasaran daring.

“Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan pemasaran digital melalui pelatihan literasi dan pembuatan konten kreatif. Dengan demikian, produk lokal Rejang Lebong dapat dikenal lebih luas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pos dan Telematika Diskominfo Rejang Lebong, Liza Meirianti, S.STP, juga memaparkan materi mengenai Digitalisasi Pemasaran Produk Lokal Unggulan. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan proses penting dalam memperluas pasar tanpa batas geografis, meningkatkan efisiensi promosi, serta memperkuat digital branding daerah.

“Melalui ekosistem digital Rejang Lebong, pelaku UMKM akan terhubung ke portal Rejang Lebong Market dan marketplace nasional, sehingga produk mereka bisa menjangkau konsumen yang lebih luas,” terang Liza.

Lima pilar utama yang menjadi fondasi digitalisasi pemasaran daerah adalah infrastruktur digital, konten digital, kolaborasi & branding, platform digital, serta SDM digital.

Sementara itu, Direktur AKREL, Kiky Nurfitri Sari, S.P., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bagian dari program revitalisasi pendidikan vokasi yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

AKREL saat ini tengah fokus mengembangkan produk olahan hasil ternak unggas, seperti telur asin, sebagai salah satu produk unggulan daerah yang berpotensi dikembangkan secara digital.

“FGD ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM. Kami berharap kegiatan ini melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong,” tutup Kiky.