Pemerintah Provinsi Bengkulu Gelar Pasar Murah Terintegrasi untuk Pengendalian Inflasi
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar pasar murah terintegrasi yang dilaksanakan di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu.
Pasar murah tersebut diadakan secara bergilir di tiap kecamatan. Pada hari pertama (Selasa, 6 Agustus), pelaksanaannya dilaksanakan di Kecamatan Ratu Agung, tepatnya di lapangan Kompleks Stadion Sawah Lebar, dan dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.
"Pasar murah ini tidak hanya dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Provinsi, kami juga meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota untuk ikut serta melaksanakannya di wilayah kerja bupati/walikota," ujar Gubernur Rohidin dalam sambutannya.

Menurut data dari TPID, tantangan pengendalian inflasi di Bengkulu masih cukup besar. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mengoptimalkan kegiatan pengendalian dengan fokus pada keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Gubernur juga meminta agar TPID melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok di gudang-gudang pangan, serta memperhatikan jalur transportasi yang menjadi salah satu penyebab kenaikan harga bahan pangan.
"Kegiatan seperti ini akan memberikan dampak yang signifikan jika dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Pelaksanaannya juga harus merata dan melibatkan pemangku kepentingan, terutama para penyalur dan pedagang besar. Penyebaran informasi juga harus maksimal agar tidak terjadi panic buying," tambah Rohidin.
Capaian inflasi Provinsi Bengkulu pada bulan Juli 2024 berada pada level 2,31% year on year, masih di atas rata-rata nasional dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,09%. Komoditas seperti beras, cabai merah, cabai rawit, daun bawang, kentang, kopi bubuk, gula pasir, dan mie goreng menjadi penyumbang utama inflasi.
Pasar murah terintegrasi menyediakan berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan bumbu masakan dengan harga yang lebih murah daripada harga pasaran. Para warga sangat antusias dengan adanya pasar murah ini karena harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau.
Pasar murah ini berhasil terselenggara berkat kerja sama antara beberapa instansi seperti Bank Indonesia, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, Biro Perekonomian, Dinas Peternakan, Satgas Pangan, Polisi Resort Kota Bengkulu, dan Satpol PP Provinsi Bengkulu.
Pasar murah ini juga terintegrasi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan vaksin rabies. Selain itu, ada penyaluran bantuan dari Baznas Provinsi Bengkulu untuk 20 kaum dhuafa. Gubernur Rohidin secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada mereka.