Skip to main content
x
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Mukomuko, Drs R. Panji Surya. (Diky/mediasinardunia.com)

Pemkab Mukomuko Buka Layanan KB MOW Gratis: Pilihan Kontrasepsi Permanen dengan Pertimbangan Matang

Mukomuko, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP2KBP3A) telah membuka layanan Keluarga Berencana (KB) dengan Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi secara gratis.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Mukomuko, Drs R. Panji Surya, menjelaskan bahwa program ini bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Al Barra Mukomuko. "Bagi masyarakat yang berminat untuk melakukan KB MOW, dapat langsung datang ke RS Al Barra," ujar Panji.

KB MOW adalah metode kontrasepsi permanen yang diperuntukkan bagi wanita yang tidak ingin hamil lagi. "Prosedur ini melibatkan pengoklusi tuba falopii atau pengikatan dan pemotongan atau pemasangan cincin sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum," terangnya.

Meskipun demikian, Panji menegaskan bahwa KB MOW bukanlah pilihan yang bisa diambil dengan mudah karena bersifat permanen dan memerlukan pertimbangan matang. "Metode ini sangat efektif dan minim efek samping jangka panjang, namun jika ingin memiliki keturunan kembali, hal itu tidak akan dimungkinkan," jelasnya.

Hingga saat ini, baru dua orang di Kabupaten Mukomuko yang telah mengikuti KB MOW dari target empat orang. "Peserta akan melalui serangkaian proses skrining untuk memastikan kondisi kesehatannya," tambahnya.

Para peserta KB MOW akan mendapatkan uang jatah hidup (jadup) selama tiga hari, sebesar Rp100 ribu per hari, serta makanan dan minuman selama di rumah sakit. Layanan ini akan terus tersedia hingga tahun 2025.

Selain KB MOW, Pemkab Mukomuko juga menyediakan layanan KB Metode Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi. "Vasektomi adalah metode kontrasepsi untuk pria yang tidak ingin memiliki anak lagi," jelas Panji.

Calon aseptor MOP juga harus menjalani prosedur bedah dan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. "Kuota untuk KB MOP disediakan untuk 10 orang aseptor," tambah Panji.

Panji menekankan pentingnya Penyuluhan Layanan (PLKB) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang KB MOW dan KB MOP ini.