Pengamat Tanggapi Ganjar Dan Anies Yang Meragukan Hasil Quick Count di Pilpres 2024
Jakarta, Mediasinardunia.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, merespons pernyataan calon presiden nomor urut 01 dan 03, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, yang meragukan hasil hitung cepat (quick count) di Pilpres 2024.
Menurut Pangi, hasil rilis quick count dari seluruh lembaga survei menunjukkan angka kemenangan sekali putaran untuk pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Pangi menyatakan bahwa itu adalah hal yang wajar karena tidak ada sejarahnya pihak yang kalah dalam quick count akan merasa senang atau mengakui kekalahan begitu saja.
Ia juga menegaskan bahwa hasil quick count tidak bisa dimanipulasi apalagi dituduh untuk melakukan penggiringan opini kepada masyarakat, sebab metodologi, sampling, dan lainnya sangat ketat dan ilmiah.
Pangi juga mengatakan bahwa lembaga survei tidak akan mungkin bermain dengan data karena sudah sesuai dengan metodologi yang baku, termasuk pemilihan sampling.
Lebih lanjut, Pangi mengatakan bahwa quick count berupaya untuk menjaga data secara cepat dan akurat, sementara terkait adanya kecurangan atau tidak itu tidak dapat ditangkap oleh quick count.
Dia mengatakan bahwa pihak yang tidak percaya hasil pemilu ini dapat menggunakan hak konstitusinya untuk melaporkan ke pihak berwenang, tidak hanya menggiring opini yang membahayakan legitimasi hasil pemilu.
Tolong disunting: "Data tetaplah data. Soal kecurangan dan hal lainnya, itu di luar jangkauan kita. Saya tidak ingin membahas hal tersebut, tetapi intinya quick count bertujuan untuk menjaga kecepatan dan keakuratan data tanpa adanya kecurangan," jelasnya.
Pangi menegaskan bahwa kecurangan dalam pemilu mungkin bisa terjadi, namun harus dibuktikan dengan data dan bukti yang kuat.
"Apakah kecurangan mungkin terjadi? Apakah bisa mengubah hasil pemilihan presiden dan wakil presiden? Semua harus didiskusikan dan harus didukung oleh bukti yang kuat," ungkapnya.
Selain itu, Pangi juga mengimbau para pendukung atau relawan capres-cawapres untuk tidak menyebarkan hoax atau berita palsu mengenai hasil quick count yang dapat membuat masyarakat resah.
Dia mencontohkan adanya hoax yang beredar di media sosial, dengan menampilkan tangkapan layar yang menunjukkan hasil hitung cepat dari stasiun televisi swasta dengan logo Voxpol Center Research and Consulting. Hal ini dianggap sebagai hoaks yang harus dihindari.
Pangi berharap agar pihak yang kalah tidak menyebarkan hoax yang dapat memprovokasi masyarakat dengan isu-isu tidak bertanggung jawab.
"Jika ada pelanggaran, itu harus dapat dibuktikan dengan cara yang jelas dan kuat. Tantangannya ada di situ," tegas Pangi. (MSD)