Skip to main content
x
Pembangunan pelabuhan perikanan di Padang Panaek, Desa Pasar Sebelah, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terancam batal karena hingga saat ini belum ada hibah tanah untuk lokasi pembangunannya dari desa. (Diky/mediasinardunia.com)

Tanah Belum Dihbahkan, Pembangunan Pelabuhan Perikanan di Padang Panaek Terancam Batal

Mukomuko, Mediasinardunia.com - Pembangunan pelabuhan perikanan di Padang Panaek, Desa Pasar Sebelah, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terancam batal karena hingga saat ini belum ada hibah tanah untuk lokasi pembangunannya dari desa.

"Kami berharap tanah dihibahkan, namun hingga saat ini belum ada surat hibah dari desa," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Edy Aprianto, di Mukomuko, Minggu.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membangun pelabuhan perikanan skala nasional di Padang Panaek, Desa Pasar Sebelah, pada tahun 2025.

Meskipun kepala desa sebelumnya sudah menyiapkan tanah untuk lokasi pembangunan pelabuhan perikanan, ia belum menyerahkan surat hibahnya kepada dinas. Hal ini membuat proses pembangunan terhambat.

Edy Aprianto menyatakan bahwa hibah tanah sangat penting untuk pembangunan pelabuhan tersebut. Jika hingga akhir tahun tanah tidak dihibahkan, pembangunan pelabuhan perikanan akan terancam batal.

Selain pembangunan pelabuhan perikanan, pemerintah juga berencana membangun pemecah gelombang atau breakwater untuk memudahkan kapal berukuran besar masuk ke pelabuhan. Dengan adanya pelabuhan, diharapkan nelayan dapat meningkatkan ukuran kapal yang digunakan dalam aktivitas mereka.