Skip to main content
x
Setelah Kabupaten Mukomuko dijadikan sampel indeks harga konsumen (IHK) untuk menghitung inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Mukomuko yang dipimpin oleh Sekda, langsung beraksi untuk melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi daerah. (Diky/mediasinardunia.com)

Upaya TPID Mukomuko dalam Mengendalikan Inflasi Daerah: Strategi dan Tantangan

Mukomuko, Mediasinardunia.com - Setelah Kabupaten Mukomuko dijadikan sampel indeks harga konsumen (IHK) untuk menghitung inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Mukomuko yang dipimpin oleh Sekda, langsung beraksi untuk melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi daerah.

Inflasi daerah terjadi ketika harga barang dan jasa yang dikonsumsi penduduk di suatu daerah terus naik secara konsisten dalam periode waktu tertentu. Hal ini menyebabkan nilai uang menjadi rendah dan kemampuan beli masyarakat menurun.

TPID Mukomuko telah mulai mengatasi satu per satu penyebab inflasi di kabupaten mereka. Namun, ada dua penyebab utama naiknya inflasi daerah yang menjadi perhatian TPID, yaitu yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat dan yang terkait dengan pelaku usaha secara langsung.

Melalui kerjasama dengan Pemda Solok dan Pemda Payakumbuh, Sumatera Barat, Pemkab Mukomuko telah berupaya untuk memastikan pasokan bawang merah, cabai, telur, dan daging ayam. Kerjasama ini diharapkan dapat membantu dalam menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok dan meredam naiknya inflasi.

Namun, TPID Mukomuko juga menyadari bahwa indikator inflasi tidak hanya terbatas pada harga kebutuhan pokok. Peningkatan harga rokok dan biaya kontrakan juga berperan dalam naiknya inflasi. TPID berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan pendekatan kepada distributor dan pemilik kontrakan, namun untuk harga rokok dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat yang sulit diubah.

Dengan berbagai upaya ini, TPID Mukomuko optimis bahwa inflasi di daerah mereka dapat dikendalikan dan harga-harga kebutuhan pokok serta barang konsumsi lainnya dapat tetap terjangkau bagi masyarakat.