Skip to main content
x
Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang telah mengajukan sebanyak 3.224 Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada Kementerian PUPR untuk masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian PUPR. (Diky/mediasinardunia.com)

Usulan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Kepahiang Terus Bertambah

Kepahiang, Mediasinardunia.com - Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang telah mengajukan sebanyak 3.224 Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada Kementerian PUPR untuk masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian PUPR.

Harapannya, agar semua usulan tersebut dapat disetujui, sehingga setiap tahun angka rumah tidak layak huni di Kabupaten Kepahiang terus berkurang.

"Kami berharap agar usulan bantuan bedah rumah ini dapat menjadi perhatian dari pihak kementerian," kata Ibnu Hajar, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Pemukiman Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang beberapa hari yang lalu.

Meskipun masih belum dapat dipastikan kapan bantuan BSPS akan direalisasikan, Ibnu menyatakan bahwa pihaknya terus berusaha untuk meraih bantuan tersebut.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, besaran bantuan yang diterima masyarakat dari program BSPS adalah sebesar Rp 20 juta. Adanya dana pribadi memungkinkan masyarakat untuk membeli material tambahan guna memenuhi kebutuhan bangunan.

"Kita semua berharap program bedah rumah untuk warga yang tidak layak huni ini dapat berhasil didapatkan oleh Kabupaten Kepahiang, meskipun tidak semua usulan yang diajukan dapat diakomodir oleh Kementerian," tambah Ibnu.

Pada tahun 2023 sebelumnya, jumlah usulan yang diajukan sebanyak 1.991 rumah, di mana 236 di antaranya berhasil diakomodir di berbagai wilayah Kabupaten Kepahiang.

"Jadi, sisa usulan dari tahun sebelumnya kami masukkan kembali untuk tahun ini," jelas Ibnu.