Skip to main content
x
Biaya Tinggi dan Tantangan PSSI dalam Sewa Pesawat untuk Perjalanan Timnas Indonesia ke Bahrain dan China, 02/08/2024 (Ari/Mediasinardunia.com)

Biaya Tinggi dan Tantangan PSSI dalam Sewa Pesawat untuk Perjalanan Timnas Indonesia ke Bahrain dan China

Jakarta, Mediasinardunia.com - PSSI sedang mempertimbangkan opsi untuk menyewa pesawat saat Timnas Indonesia bertandang ke Timnas Bahrain dan Timnas China dalam Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Timnas Indonesia dijadwalkan akan bermain melawan tuan rumah Bahrain di Bahrain National Stadium, Riffa, pada 10 Oktober 2024 dan melawan China di Qingdao Youth Football Stadium, Qingdao, lima hari kemudian.

PSSI terkejut ketika mengetahui bahwa China memilih menggelar pertandingan di Qingdao Youth Football Stadium karena akan memaksa Timnas Indonesia untuk melakukan perjalanan panjang dan melelahkan dari Bahrain.

Qingdao berjarak 6,5 jam dari Beijing, ibu kota China, dan diperlukan waktu penerbangan sekitar satu setengah jam untuk mencapainya.

Jika menggunakan pesawat komersial, Timnas Indonesia diperkirakan akan menghabiskan sekitar 30 jam perjalanan dari Bahrain ke Qingdao dengan beberapa kali transit.

Dalam sebuah wawancara dengan Valentino Simanjuntak di saluran YouTube-nya, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa Ketua PSSI, Erick Thohir, telah meminta untuk menyewa pesawat khusus untuk Timnas Indonesia ke Bahrain dan China. Namun, biaya yang terkait terbukti sangat tinggi.

"Akhirnya, kami harus mencari opsi untuk menyewa pesawat. Saat melihat biayanya, kami melihat angka sembilan digit untuk sekali penerbangan. Misalnya, dari Jakarta ke Bahrain dan kemudian menunggu pesawat di Bahrain untuk perjalanan ke Qingdao sebelum kembali ke Jakarta, biayanya sudah sangat tinggi," jelasnya.

"Sudah dalam mata uang dolar AS dan jumlahnya enam digit. Inilah tantangan dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Biaya yang harus kami keluarkan hanya untuk satu pertandingan melawan Bahrain mencapai angka sembilan digit. Jika ditotal untuk dua pertandingan, biayanya akan mencapai angka enam digit dalam dolar AS," tambah Arya.

Arya tidak menjelaskan secara pasti maksud dari "sembilan digit Rupiah," namun diperkirakan angka tersebut sekitar Rp900 juta. Sedangkan "enam digit dolar AS" dapat diestimasi sekitar 600 ribu dolar AS atau setara dengan Rp9,7 miliar.