Skip to main content
x
Gubernur Rohidin Mersyah dan Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, bersama dengan perangkat desa Tebat Monok, meresmikan destinasi wisata alam Bukit Jupi yang terletak di Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, pada Senin (5/8). (Diky/mediasinardunia.com)

Destinasi Wisata Alam Bukit Jupi: Mewujudkan Kelestarian Alam dan Kesejahteraan Desa Tebat Monok

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Gubernur Rohidin Mersyah dan Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, bersama dengan perangkat desa Tebat Monok, meresmikan destinasi wisata alam Bukit Jupi yang terletak di Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, pada Senin (5/8).

Gubernur Rohidin Mersyah mengungkapkan apresiasinya terhadap keberadaan Wisata Alam Lestari Bukit Jupi yang terletak secara strategis di pinggir jalan Kepahiang - Kota Bengkulu, yang masih dianggap alami dengan hutan asli.

"Hutan desa ini akan dijadikan destinasi wisata alam. Keasliannya masih terjaga dengan pohon-pohon besar dan atmosfer yang sejuk. Perencanaan yang matang sangat penting agar kelestarian alam tetap terjaga dan pembangunan ini tidak sia-sia," ujar Gubernur Rohidin.

Kota bengkulu

Hutan Wisata Alam Bukit Jupi adalah hutan desa sesuai dengan surat keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dikeluarkan tahun 2021 dengan luas 33 hektare.

Gubernur Rohidin menekankan perlunya perencanaan yang matang untuk memanfaatkan hutan desa seluas 33 hektare ini agar pembangunan wisata alam Bukit Jupi dapat berjalan dengan baik di masa mendatang.

"Saat membuat akses jalan, kita harus menggunakan bahan-bahan alami seperti batu alam, bukan semen atau beton, karena itu akan lebih menarik. Oleh karena itu, perencanaan wisata alam yang baik sangat diperlukan. Melalui anggaran Provinsi, kita akan merancang terlebih dahulu agar dana yang digunakan nantinya sesuai dengan harapan," tambahnya.

Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, menegaskan bahwa pengelolaan hutan desa Bukit Jupi di Tebat Monok sebagai destinasi wisata alam diharapkan dapat menghasilkan pendapatan asli desa.

"Kita harus tetap menjaga ekosistem hutan desa ini dan sekaligus menghasilkan pendapatan asli daerah bagi Desa Tebat Monok," tandasnya.