Program PPPK 2024 Belum Mampu Tampung Seluruh Honorer: Dirjen Nunuk Suryani Sedih dan Tak Pasti Menjadi Prioritas
Jakarta, Mediasinardunia.com - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjen GTK Kemendikbudristek) Nunuk Suryani mengungkapkan rasa sedihnya karena Program Pengadaan Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 tidak mampu menampung seluruh honorer.
Dirjen Nunuk bahkan menyatakan bahwa tidak dapat dipastikan apakah guru prioritas satu (P1) akan tetap menjadi prioritas dalam seleksi PPPK 2024.
"Masalah honorer tidak akan terselesaikan tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya formasi PPPK 2024 yang kosong karena minimnya usulan dari pemerintah daerah," ungkap Dirjen Nunuk kepada media baru-baru ini.
Dirjen Nunuk menjelaskan bahwa kebutuhan formasi guru PPPK 2024 sebanyak 419.146, namun usulan dari pemerintah daerah hanya mencapai 170.649, kurang dari 50 persen dari total kebutuhan tersebut.
"Kekurangannya mencapai 248.497 formasi. Upaya pemerintah selama tiga tahun terakhir untuk memenuhi kebutuhan guru ASN melalui jalur pengangkatan honorer tidak optimal," tambahnya.
Dirjen Nunuk juga menyampaikan bahwa pemda cenderung mengurangi usulan formasi PPPK karena pertimbangan anggaran. Meskipun Kemendikbudristek telah berupaya mendekati pemda, hasilnya belum optimal.
Masalah utama yang dihadapi adalah terkait anggaran, dimana pemda khawatir tidak mampu membayar gaji dan tunjangan bagi PPPK yang diangkat.
"Sistem rekrutmen PPPK sebenarnya sangat ketat, namun pemda masih membatasi usulan formasi karena pertimbangan anggaran. Hal ini menyebabkan masalah honorer belum terselesaikan," jelas Nunuk.